Selasa, 05 Agustus 2008

JUST ...

apa artinya persahabatan?

sekumpulan sahabat yang mengikat janji untuk terus sama-sama?
meletakkan tangan diatas tangan yang lain dan bersumpah tidak saling menyakiti?
menulis dibuku diary bersama tentang kemarin, hari ini, dan besok?
datang ke pentas seni bersama dan pulang sama-sama?
atau menangis dan tertawa bersama?

hhfuh,
'sahabat adalah dia yang ada waktu aku butuhin dan bersedia ngebantu aku' ..
'sahabat adalah dia yang bersedia dengerin semua cerita aku'..
'sahabat adalah dia yang ngasih aku support'..

kenapa semuanya terdengar ganjil?
semuanya terdengar seolah-olah sahabat adalah tempat sampah yang dipake kalo sahabatnya yang lain lagi susah. sori. agak kasar.


itu opini dari beberapa orang yang saya tanya mengenai 'apa artinya sahabat?' ..
nyatanya mereka cukup tidak adil memperlakukan sahabatnya sedemikian rupa saat mereka sedang sedih mereka butuh sahabat, tapi mereka tidak mengatakan 'gue butuh sahabat saat gue seneng' .where's guys? nothing who said that! maybe there's one but no much.

mungkin kata-kata seperti 'gue butuh sahabat untuk nenangin gue saat susah dan sedih' atau 'sahabat adalah dia yang mau menerima kekurangan aku dan selalu ada waktu aku butuhin' terucap secara spontan! dan anehnya lagi, kalimat seperti 'aku butuh sahabat waktu aku seneng' jarang banget saya denger atau terselip diantara kalimat berkonotasi negatif diatas .


apa mungkin mereka hanya butuh seseorang (dalam hal ini sahabat) HANYA dalam kesedihannya aja?
atau apakah mereka HANYA lupa menambahkan secuil kalimat sederhana yang berkonotasi positif?

saya rasa jawabanya adalah setiap manusia memang serakah. jangankan dengan sahabat/manusia, dengan penciptanya saja terkadang manusia lupa bersyukur kalau sedang bahagia. dan mungkin ini adalah sifat manusia, 'lupa dengan yang lain apabila sedang bahagia' dan 'ingat dengan sesama apabila sedang kesusahan'. gimana, setuju ?


kadang, tanpa disadari banyak manusia yang seperti itu. coba renungkan..
ada berapa banyak orang yang sering berbohong daripada berkata jujur?
ada berapa banyak orang yang memilih diam atau berkata apa adanya sewaktu menjadi saksi dipersidangan ?

mereka lebih banyak bersikap ketidakjujuran.
mungkin ini yang harus jadi pembelajaran buat kita.
kejujuran hati, lisan, dan perbuatan adalah penting. tapi bagaimana melakukannya?

'berlatihlah terus', begitu kata ayah saya.
dan saya sedang berlatih untuk terus menjadi orang jujur, paling tidak jujur terhadap diri sendiri dulu, baru untuk lingkungan dan oranglain.

kamu-pun harus jujur,
mengatakan :

'ini sahabatku yang sesungguhnya karena aku butuh!'

sahabat itu saling membutuhkan.
tidak ada yang dominan.



katakan, atau tidak sama sekali.

Tidak ada komentar: